Ceramic vs Vinyl: What is the Difference and Which is Best?

Di antara berbagai macam tipe lantai, standar yang digunakan pada hunian-hunian adalah ubin keramik. Khususnya pada bangunan-bangunan baru, pengembang pasti akan memasang keramik sebagai pelapis lantai pada bangunan tersebut. Setelah itu, barulah penghuni rumah diberi kebebasan untuk mempertahankan lantai keramik yang sudah dipasang, menggantinya dengan keramik lain, atau menggantinya dengan material lantai lainnya, seperti lantai vinyl.

Berikut perbandingan antara lantai keramik dan lantai vinyl:

  • Lantai keramik bersifat statis dan tidak fleksibel seperti lantai vinyl. Oleh sebab itu proses modifikasi keramik tidak mudah dilakukan. Di sisi lain, lantai vinyl memiliki desain yang unik, beragam, dan menarik

  • Bentuk keramik yang monoton membuat pemasangan keramik pada sudut ruangan menjadi hal yang rumit, sedangkan vinyl lantai memiliki banyak model dan pemasangannya yang praktis membuat vinyl lebih unggul dari segi tampilan fisik

  • Permukaan keramik yang tidak fleksibel mudah membuat lantai retak atau pecah saat terhantam benda keras. Berbeda dengan vinyl lantai yang memiliki lapisan kuat namun fleksibel untuk menahan beban

  • Keramik terbuat dari bahan campuran tanah liat dan glazur yang diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan material keras mengilap pada permukaannya. Untuk vinyl lantai, umumnya terbuat dari bahan dasar Polivinyl Klorida (PVC) yang telah diproses dengan teknologi canggih sehinga aman untuk lingkungan & kesehatan.